Ciri Kucing Birahi

Kucing adalah hewan mamalia yang mulai merasakan naluri untuk berkembang biak sejak kucing berumur minimal 6 bulan. Naluri berkembang biak ini menimbulkan perilaku yang aneh pada kucing. Bagi pemilik kucing pemula, dia mengira kucingnya sedang sakit. Padahal, si kucing hanya birahi berat saja. Biar kamu nggak salah memperlakukan kucing, kamu perlu belajar sedikit tentang perilaku kucing saat birahi. Berikut 10 cici-ciri kucing birahi (kucing jantan dan betina) yang perlu kamu tahu.

1. Kucing Merasa Gelisah

Kucing jantan dan kucing betina memiliki ciri yang sama saat mereka birahi berat, yaitu kucing merasa gelisah. Kucing yang mengalami birahi biasanya akan selalu mendekati majikannya dan minta dielus. Kucing akan menggosokkan mukanya ke kakimu, menggosokkan badannya ke kakimu dan selalu tidur di dekatmu dalam posisi terlentang.

Pada saat kamu dekati dan kamu elus-elus bagian leher, punggung sampai pangkal ekor, kucing sangat bahagia. Hal ini karena kucing merasa nyaman dan sesaat rasa gelisah kucing menghilang.

Namun, itu tidak berlangsung lama. Saat birahi kucing semakin memuncak, kucing akan merasa sangat hangat di tubuhnya. Sampai-sampai dia gelisah berat. Kucing hanya mondar-mandir di dalam kandang secara nggak jelas. Dan kucing selalu minta keluar.

Kalau sudah sampai tahap kucing gelisah, sering mondar-mandir dan selalu minta keluar, itu tanda kucing birahi berat.

2. Kucing Mengeong Terus-menerus

Ciri kucing birahi selanjutnya adalah kucing jantan atau kucing betina akan mengeong terus-menerus dengan suara nyaring. Kucing betina dan kucing jantan yang sudah memasuki masa kawin biasanya sangat vocal. Kucing mulai mengeluarkan suara-suara meong yang nyaring secara terus-menerus. Pokoknya, kucing mengeong nyaring secara tidak wajar. Dan seperti memanggil-manggil lawan jenisnya.

Beberapa pemilik kucing merasa terganggu dengan keadaan tersebut. Karena kucing mulai sering mondar-mandir seperti orang gelisah dan mengeluarkan suara meong yang nyaring. Dan ini terjadi pagi, siang hingga malam. Bisa bikin pemilik kucing nggak tenang saat istirahat. Hehe.

Kalau kucing sudah mengeong terus-menerus, tandanya kucing mendeteksi ada lawan jenis di dekatnya. Jadi, kucing mencari perhatian dengan cara bersuara keras. Jika lawan jenis kucing, mendengar suara meong yang nyaring tersebut, si kucing akan segera menghampiri. Dan mulai berkomunikasi.

3. Kucing Mulai Senang Pipis Sembarangan (Spraying)

Tanda kucing birahi selanjutnya adalah kucing sering pipis sembarangan (spraying).

  • Pada saat birahi, kucing jantan akan sering spraying di pojok ruangan, di tiang, di dinding hingga di litterbox. Dan frekuensi sprayingnya lebih sering daripada kucing betina.
  • Pada saat birahi, kucing betina juga akan pipis sembarangan (spraying). Tapi, spraying kucing betina tidak sesering kucing jantan. Kucing betina biasanya spraying di litterbox, dekat pintu dan tembok.

Kucing melakukan spraying untuk mengundang lawan jenisnya. Aroma pipis saat kucing spraying berbeda dari pipis pada umumnya. Dan aroma spraying kucing bisa tercium oleh kucing lain yang berada dalam radius 300 meter. Sangat efektif untuk mengundang kucing lain yang sedang memasuki masa kawin.

Biarpun kucing kamu penurut dan sudah terlatih, saat birahi memuncak, kucing kamu akan pipis sembarangan. Jadi, jangan panik atau menghukum kucing ya. Tinggal bersihkan saja tempat-tempat yang dikencingi kucing dengan air sabun. Biar kucing lain tidak mendeteksi aromanya.

4. Kucing Sering Nungging dan Berjalan Merangkak agak Rendah

Perilaku aneh saat kucing birahi lainnya adalah kucing sering nungging. Perilaku ini sering ditunjukkan oleh kucing betina yang sedang birahi berat. Kucing akan sering duduk dalam posisi nungging. Dan kadang kucing berjalan dengan posisi agak rendah seperti merangkak. Posisi ekor kucing selalu tegak ke atas dengan memperlihatkan vulva (organ reproduksi) kucing yang terlihat mulai membengkak. Kalau kucing betina kamu sudah menunjukkan gelagat seperti itu, itu tandanya kucing birahi berat.  

Apakah kucing jantan yang birahi juga menungging? Tidak. Kucing jantan tidak memiliki perilaku menungging seperti kucing betina. Kucing jantan akan sering mengangkat ekornya ke atas dan spraying. Dan apabila kamu belai pinggul kucing sampai area pangkal ekor, kucing jantan akan menegakkan ekornya. Begitulah ciri kucing jantan birahi.

5. Banyak Bulu Kucing yang Menggumpal, Berminyak, Lengket

Kucing yang birahi berat akan memiliki banyak bulu yang menggumpal, berminyak dan lengket, terutama pada area ekor dan perut bagian bawah.

  • Penyebab ekor kucing birahi berminyak, lengket dan menggumpal karena sering terkena air kencing saat spraying sembarangan.
  • Penyebab perut bagian bawah kucing yang sedang birahi berminyak, menggumpal dan lengket karena keringat. Kucing birahi memiliki tubuh yang hangat dan mudah berkeringat. Karena kucing sering berjalan mondar-mandir, keringat akan tertarik gaya gravitasi ke bawah dan berkumpul di area perut bagian bawah kucing. Akibatnya, bulu kucing di area tersebut menjadi lembap karena keringat.

Ciri fisik tersebut akan terlihat jelas pada kucing betina berbulu lebat, misalnya kucing betina ras persia, maine coon dan norwegian forest. Jadi, jika kucing kamu memiliki ciri fisik seperti itu, tandanya kucing sedang birahi berat.

6. Bulu Kucing Mulai Rontok

Pada kasus ekstrem, kucing jantan dan kucing betina yang sedang birahi berat akan mengalami kerontokan bulu. Tanda ini akan sangat jelas terlihat saat kamu menyisir bulu kucing. Bulu kucing terlihat banyak yang menempel di sisir kucing. Dan kamu mendeteksi adanya kebotakan pada area tubuh kucing, misalnya, area pangkal ekor dan perut bagian bawah.

Pemicu bulu rontok pada kucing birahi karena kucing mengalami gelisah dan stres berat. Kadar hormon birahi yang memuncak membuat kucing stres karena tidak kunjung bisa menyalurkan hasratnya. Kondisi ini membuat kucing berperilaku abnormal, seperti, menggosok-gosokkan tubuhnya di tiang, pasir, kaki majikannya hingga di benda keras lainnya. Jika dilakukan secara berlebihan, bulu kucing banyak yang tercabut dan rontok.

Kalau kucing kamu memiliki ciri tersebut, jangan panik, itu tanda kucing birahi. Kalau belum mendapatkan pasangan kucing yang tepat, kamu kandangin dulu si kucing biar nggak berperilaku merusak bulunya sendiri. Jika bulu kucing terlanjur rusak parah, ikuti panduan cara mengatasi bulu kucing rontok ini. Dalam waktu singkat, bulu kucing akan kembali lebat, sehat dan berkilau.

7. Kucing Sering Berguling-guling di Lantai

Kucing jantan dan kucing betina yang birahi berat akan sering berguling-guling dilantai. Kucing akan berguling-guling seperti ulat bulu di lantai, di tanah, di area berpasir bahkan di lantai kamar mandi. Tidak jelas maksudnya apa, tapi memang begitu.

Frekuensi kucing betina berguling-guling di lantai saat birahi jauh lebih besar daripada kucing jantan. Karena kucing betina lebih nyaman berada di bawah. Dan dengan berada di lantai, tubuh kucing betina menjadi lebih dingin.

Beberapa orang menafsirkan perilaku kucing birahi ini sebagai permintaan kucing untuk mengelus bulunya. Itu bisa jadi benar, tapi perilaku ini akan semakin sering muncul saat kucing birahi berat. Jadi, sebagai pemilik kucing kamu harus peka ya. Hehe.

8. Nafsu Makan Kucing Berkurang

Ciri kucing birahi selanjutnya adalah nafsu makan kucing berkurang dan kucing menjadi sangat kurus. Beberapa pemilik kucing pemula mengira kucing sakit, tapi nyatanya kucing hanya terlalu akut jomblo. Jadi, kucing stres karena tidak mendapatkan pasangan kawin. Stres yang memuncak membuat kucing tidak nafsu makan, gelisah dan menjadi galak.

Jika kondisi ini terjadi dalam jangka waktu lama, kucing akan kurus dan dehidrasi parah. Kondisi kucing kurus dan dehidrasi parah sering dialami oleh kucing jantan dari pada kucing betina. Karena kucing jantan yang birahi berat perilakunya sangat sulit dikendalikan. Dan kalau sampai kabur dari rumah, bisa berhari-hari bahkan sampai lupa makan dan minum.

Parah kan? Memang, kucing jantan yang birahi itu ngerepotin. Hehe. Untuk pemulihan kucing kurus dan dehidrasi karena stres berat akibat kucing sedang birahi, biasanya butuh waktu 1 bulan. Jadi, sebelum terlambat segera beri perhatian pada kucing kamu ya.

9. Kucing Menjadi Mudah Marah, Agresif dan Galak

Akibat perubahan hormonal di dalam tubuh kucing saat birahi, karakter kucing akan berubah. Di mana, kucing yang dulunya penurut, jinak dan pendiam bisa jadi kucing pemarah, agresif dan galak dalam hitungan hari.

Bukan karena kucing kamu durhaka, bukan, bukan itu. Ini murni karena siklus birahi kucing. Saat birahi hormon yang mengontrol proses reproduksi berada pada titik tertinggi. Akibatnya, kucing merasakan perubahan di dalam tubuhnya. Tubuh kucing jadi panas, sensitif dan menggebu-gebu.

Kucing yang tidak bisa menahan diri akan menjadi sangat sensitif dengan keadaan di sekelilingnya. Akibatnya, kucing jadi mudah marah, agresif dan galak. Sampai-sampai majikan yang memberikan makan setiap hari bisa dicakar saat kucing mendadak marah.

Beberapa pemilik kucing pemula sampai heran dengan kondisi kucingnya. Karena nggak tahu perilaku anomali ini, si kucing akhirnya di kurung selama beberapa hari karena membahayakan penghuni rumah yang lain. Tidak salah memang, tapi, sebaiknya kamu kunci kucing di ruangan saja, jangan dikandang yang sempit, biar kucing tidak makin stres.

10. Kucing Terlihat Sering Mengejar Lawan Jenisnya dan Sering Kabur dari Rumah

Ciri terakhir kucing birahi adalah kucing sering berupaya kabur dari rumah. Kalau kucing kamu sudah gelisah, mondar-mandir di depan pintu, jendela, atap rumah dan berencana kabur, itu tanda kucing birahi berat.

Kucing yang birahi berat memiliki hasrat untuk mencari pasangannya dan kawin. Kucing dapat mencium keberadaan kucing lain dalam radius 300-500 meter. Jika di area rumah kamu ada lawan jenisnya, kucing kamu pasti akan tertarik untuk mendatanginya.

Keinginan berjumpa dan hasrat untuk reproduksi membuat kucing bertekat bulat untuk kabur dari rumah. Siang maupun malam kucing akan berupaya melarikan diri dari rumah. Jika kamu lengah, kucing bisa kabar dari rumah selama berhari-hari.

Jika kamu tidak memberi akses keluar, kucing akan menjadi galak, agresif dan mengamuk. Kalau sudah mengeluarkan tanda-tanda seperti itu, kucing kamu positif lagi birahi.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan Pembaca

Berikut beberapa pertanyaan pembaca yang sering ditanyakan terkait “ciri kucing birahi”. Jika pertanyaan kamu belum terjawab, silakan tinggalkan pertanyaan melalui kolom komentar di bawah.

1. Berapa Lama Masa Birahi Kucing?

Masa birahi kucing betina mengikuti siklus estrus kucing.

  • Masa estrus: 14 hari.
  • Masa interestrus: 5-10 hari.
  • Masa estrus lanjutan: 14 hari.
  • Masa diestrus dan anestrus 2-3 bulan.

Secara normal, masa birahi kucing adalah 10-14 hari. Jika kucing betina tidak kawin, dia akan mengalami masa interestus (birahi mereda) selama 5-10 hari. Selanjutnya, kucing betina akan birahi lagi selama 10-14 hari. Dan kalau tidak kawin lagi, kucing akan mengalami diestrus dan enestrus (birahi berhenti sementara) selama 2-3 bulan. Setelah itu, kucing betina akan masuk siklus birahi lagi dari awal. Jadi, selama setahun, kucing betina bisa birahi berulang-ulang, sesuai siklus estrus yang dimilikinya.

Berbeda dengan kucing betina, kucing jantan dapat birahi sepanjang bulan selama setahun. Selama kucing jantan sehat, kucing jantan dapat birahi kapan pun. Tidak terikat siklus. Faktor birahi kucing jantan ditentukan oleh kadar hormon reproduksi yang dipicu oleh testis kucing jantan. Jika kadar hormon reproduksi tinggi, kucing jantan mendadak akan gelisah dan mulai birahi.

2. Bagaimana Cara Mengatasi Kucing Birahi?

Ada dua cara mengatasi kucing birahi:

  • Pertama, segera kawinkan kucing saat kucing mengalami birahi.
  • Kedua, lakukan upaya untuk meredam birahi kucing tanpa dikawinkan.

Cara pertama, pasti sudah tahu kan. Jadi, tinggal carikan kucing pasangan dan kawinkan saja kucing kamu. Nanti, birahi kucing akan mereda dengan cepat.

Namun, bagaimana jika saya belum punya pasangan kucing yang cocok? Solusinya adalah mengupayakan untuk menurunkan tingkat birahi kucing. Mulai dari mengisolasi kucing, memberikan obat penenang hingga steril kucing. Untuk detail tutorial menangani kucing birahi tanpa dikawinkan, silakan ikuti panduan cara mengatasi kucing birahi tanpa dikawinkan pada artikel ini. Di sana kamu akan mendapatkan tutorial yang lengkap dan praktis cara mengatasi kucing birahi tanpa dikawinkan.

Demikian pembahasan lengkap dari 10 ciri-ciri kucing birahi. Jika ada yang belum jelas, silakan bertanya melalui kolom komentar di bawah ya.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *