Tips Mendaki Gunung agar tidak Cepat Lelah

80% pendaki pemula akan mengeluh capek dan lelah selama perjalanan mendaki gunung. Mereka biasanya menggerutu di sepanjang perjalanan. Dan terus-menerus bertanya, ”Puncak masih jauh ya? Pos terdekat berapa menit lagi?”. Karena terus-menerus mengeluh lelah, mereka melewatkan banyak momen seru dan pemandangan alam liar yang indah di sekitarnya.

“Seandainya ada eskalator di gunung!”, ini ungkapan yang paling sering dikatakan pendaki pemula yang mudah lelah. Lucu ya? Tapi, siapa yang mau membangun eskalator di gunung? Cuaca ekstrim dan revenue kecil. Mustahil ada yang bangun. Hehe. Dari pada mengeluh, menghabiskan tenaga dan membuat aura tubuh jadi negatif, mendingan kamu belajar tips mendaki gunung agar tidak mudah lelah. Bagi pendaki pemula, berikut ini 5 tips mendaki gunung agar tidak cepat lelah yang kami kutip dari laman napaktilas.net.

  1. Tingkatkan kebugaran fisik sebelum mendaki gunung.
  2. Kuasai teknik naik dan turun gunung dengan baik.
  3. Makan dan minum yang teratur untuk menjaga level energi tubuh tetap tinggi.
  4. Hindari menggerutu dan komplain terus menerus selama pendakian.
  5. Pakailah perlengkapan mendaki profesional.

Mulai penasaran? Ingin tahu detail pembahasannya? Yuk, baca sampai selesai.

1. Tingkatkan Kebugaran Fisik sebelum Mendaki Gunung

Menurut ilmu biokimia tubuh manusia, kelelahan itu muncul karena timbunan asam laktat di tubuh akibat proses metabolisme. Apabila asam laktat tidak terurai, otot-otot di dalam tubuh akan cepat pegal, dan letih. Dengan begitu, kamu merasa seperti tidak punya tenaga. Kondisi ini terjadi pada semua pendaki, tapi beberapa pendaki yang memiliki fisik bugar lebih tidak mudah lelah. Hal ini dikarenakan dia memiliki sistem metabolisme yang lebih baik dalam menangani asam laktat. Dan juga, otot-otot ditubuhnya lebih kuat untuk menahan beban fisik selama mendaki gunung.

Maka dari itu, tips pertama mendaki gunung agar tidak mudah lelah adalah meningkatkan kebugaran fisik sebelum pendakian. Minimal kamu latihan fisik (cardio, kelenturan dan kekuatan otot) selama 2 minggu. Variasi latihan jogging 2,4k, berenang, push up dan burpeeexercise sangat baik untuk kebugaran tubuh. Siapkan fisik dan mental sebelum mendaki gunung dengan baik, nanti kamu akan mendaki dengan mudah dan tidak cepat lelah.

2. Kuasai Teknik Naik dan Turun Gunung dengan Baik

Pendaki pemula yang sering mengeluh cepat lelah memiliki kebiasaan yang saya, yaitu teknik mendaki gunung mereka asal-asalan. Beberapa kesalahan umum dari teknik mendaki para pemula:

  1. Postur tubuh tidak tegap.
  2. Mendaki dengan tergesa-gesa.
  3. Langkah kaki terlalu lebar dan tidak sesuai ritme nafas.
  4. Menapak dengan ujung kaki.
  5. Sering berhenti di tempat miring.

Kebiasaan itu membuat otot-otot tubuh bekerja sangat ekstra. Makanya, kamu cepat lelah. Coba pelajar teknik naik dan turun gunung dari pendaki senior. Kamu juga boleh mempelajari teknik mendaki dari warga lokal pencari kayu di gunung tersebut. Berikut ini beberapa teknik dasar naik dan turun gunung untuk pemula:

  1. Pastikan kamu berjalan dengan postur tegap. Kencangkan chest belt dan hip belt. Tujuannya agar beban tas carrier ditopang oleh tulang rangka yang paling kuat. Jadi, tidak membebani lutut terlalu berat. Pendaki senior biasanya menggunakan tracking pole untuk menjaga posisi ini sepanjang waktu saat perjalanan mendaki gunung. Saat mendaki, tracking pole diatur agak pendek. Saat menuruni gunung, tracking pole diatur agak panjang. Tujuannya, untuk menghindari postur membungkuk terlalu sering.
  2. Kalau melangkah jangan terlalu lebar, ambil langkah kecil saja. Dan pastikan langkah kecilmu sesuai ritme kecepatan nafasmu. Lakukan langkah kecil yang konsisten untuk mendapatkan kecepatan berjalan yang pas. Ada yang pakai rumus, 3N. 3 langkah tarik nafas, 3 langkah buang nafas. 30 menit jalan secara konsisten, baru istirahat 3-5 menit. Jadi, satu jam perjalanan kamu bisa beristirahat 6-10 menit.
  3. Perhatikan pijakan kakimu. Pastikan kamu memilih pijakan tanah yang lebar. Tujuannya untuk menapak dengan seluruh telapak kaki. Ini penting, berpijak dengan seluruh telapak kali akan nyaman dan tidak mudah lelah. Jika kamu terlalu mengandalkan ujung kaki, dan selalu memilih pijakan yang sempit, otot betis lebih cepat lelah. Karena beban seluruh tubuhmu, kamu pindahkan ke ujung kaki.
  4. Lihatlah ke arah depan jangan terus-terusan menunduk. Melihat lurus ke arah depan membuat leher dan pundak tetap dalam posisi tegak. Dengan begitu, postur tubuh kamu akan tetap tegap.
  5. Saat tanjakan terjal, posisikan tubuh agak sedikit condong ke depan. Dan saat menuruni gunung, posisikan tubuh agak sedikit condong ke belakang.

Pelajari tips di atas dengan baik dan praktikkan terus menerus. Praktik akan membuat tubuh belajar dengan lebih cepat. Dan jangan lupa, makan makanan bergizi setelah latihan. Tubuh butuh banyak vitamin dan mineral untuk membentuk fisik yang bugar.

3. Makan dan Minum yang Teratur untuk Menjaga Level Energi Tubuh Tetap Tinggi

Mendaki gunung itu termasuk dalam golongan olahraga berat di alam bebas. Di mana, pendaki akan berjalan selama beberapa hari sambil membawa bekal dan perlengkapan mendaki gunung. Kondisi ini memaksa tubuh untuk membakar banyak kalori untuk mencukupi kebutuhan energi tubuh. Jika kamu tidak memiliki sumber kalori dan air yang cukup tubuh akan terasa lemah, kehilangan tenaga dan mudah lelah.

Kami menyarankan untuk makan dan minum secara teratur. Kamu dapat membawa cereal bar, seperti: Fitbar, SoyJoy, Milo Cereal Bar. Dan kamu makan selama jeda istirahat. Untuk minuman, kamu dapat membawa Pocari Sweat. Minuman Pocari Sweat dapat sebagai pengganti cairan tubuh. Dengan makan dan minum secara teratur, kamu dapat menjaga level energi tubuh tetap tinggi. Dengan begitu, kamu tidak akan mudah lelah saat mendaki gunung.

4. Hindari Menggerutu dan Komplain Terus-menerus selama Pendakian

Selain butuh kesiapan fisik yang bugar, pendaki pemula juga butuh mental yang kuat. Karena pendaki yang memiliki mental lemah akan sering menggerutu dan menyalahkan keadaan di sekitarnya. Akibatnya, dirinya diliputi aura negatif.

Kebiasaan mengeluh dan sering menggerutu akan membuat level energi tubuh rendah. Kondisi ini membuat postur tubuh pendaki tidak tegap. Alhasil, center of gravity dari beban bawaannya pindah ke lutut, sehingga kaki pendaki cepat lelah atau bahkan kram.

Pikiran negatif itu membawa aura negatif. Aura negatif membuat postur tubuh buruk. Postur tubuh buruk membuat pendaki tidak berhati-hati dan sering terjatuh. Jika kamu biarkan terus menerus, kamu akan mudah lelah oleh keadaanmu sendiri. Tips mendaki gunung agar tidak cepat lelah selanjutnya adalah:

  • Selalu berfikir positif.
  • Kasih afirmasi positif untuk pikiran.
  • Bangun suasana positif di dalam rombongan pendakian.

Bukankah seharusnya mendaki gunung itu penuh kegembiraan dan pikiran positif?

5. Pakailah Perlengkapan Mendaki Profesional

Perlengkapan pendakian menentukan kenyamanan selama mendaki gunung. Perlengkapan mendaki yang tidak tepat dapat membebani pendaki dan membuat pendaki cepat lelah. Contohnya adalah kesalahan memilih tas gunung dan alas kaki. Tas gunung yang terlalu besar dan tidak sesuai torso tubuh pendaki pasti tidak nyaman. Pendaki yang menggunakan sandal sebagai alas kaki juga tidak akan senyaman pendaki yang memakai sepatu.

Perlengkapan mendaki gunung itu penting. Jadi, berinvestasilah ke peralatan yang baik. Terutama untuk sepatu gunung, tas gunung dan tracking pole. Kalau kamu punya minimal 3 item perlengkapan pendaki profesional itu, kamu tidak akan mudah lelah selama pendakian. Dengan catatan, tips 1-4 sudah kamu praktikkan dengan baik.

Demikian pembahasan dari topik “5 tips mendaki gunung agar tidak cepat lelah”. Semoga dapat segera dipraktikkan dan kamu bisa merasakan perbedaannya. Jika ada kritik dan saran, silakan tinggalkan melalui kolom komentar ya. Selamat mendaki!

 

 

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *